Mengubah Cerpen Menjadi Naskah Drama

Pertempuran yang Berakhir kepada Kasih Sayang

Pada sebuah malam.. Ana bertengkar dengan ibunya. Penuh amarah yang memuncak , akhirnya Ana meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Dalam perjuangannya, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan , ia melewati sebuah kedai dan mencium aroma masakan sang pedagan bakmi. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi tersebut tetapi ia tidak memiliki uang.


Mas Bakmi  : (Melihat Ana)
Ana              : (Melihat warung bakmi)
Mas Bakmi  : “Apakah anda ingin semangkuk bakmi?”
Ana              : (Malu – malu) “Ya, tetapi Aku tidak membawa uang”
Mas Bakmi  : “Tidak apa-apa, Aku akan mentraktirmu. Silahkan                  duduk, Aku akan memasakkan bakmi untukmu”
Ana              : (Menunggu)
Mas Bakmi   : (Mengantarkan Bakmi)
Ana               : (Makan) (Menangis)
Mas Bakmi    : (Bingung) “Ada apa Nona?”
Ana               : (Menghapus air mata) “Tidak apa – apa. Aku hanya terharu. Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi. Tetapi ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah, Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri”
Mas Bakmi    : (Menarik Nafas Panjang) “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini. Aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan, kau malah bertengkar dengannya.”
Ana               : “Mengapa aku tidak berpikir tentang itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan, hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.” (Menghabiskan bakmi lalu pulang)
Ibu Ana        : (Cemas) “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang.”

Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya. Ia langsung bersimpuh penuh air mata dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat (keluarga) khususnya orang tua, kita semestinya berterima kasih hingga habis usia dilekang waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s